EVALUASI EFEKTIVITAS ELEKTROKOAGULASI DALAM MENURUNKAN PARAMETER PENCEMAR AIR LIMBAH RESTORAN
Keywords:
COD, elektrokoagulasi, FOG, limbah cair restoran, RSM, TSSAbstract
Limbah cair restoran merupakan salah satu sumber pencemar yang mengandung bahan organik, padatan tersuspensi, serta minyak dan lemak dalam konsentrasi yang cukup tinggi. Apabila dibuang langsung ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai, limbah tersebut dapat menurunkan kualitas badan air dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas proses elektrokoagulasi dalam mengolah limbah cair restoran. Evaluasi dilakukan melalui karakteristik awal limbah, analisis penurunan konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), dan Fat, Oil, and Grease (FOG), pengkajian pengaruh variasi arus, waktu kontak, dan pH terhadap kinerja elektrokoagulasi, serta penilaian kesesuaian kualitas efluen dengan baku mutu limbah cair yang berlaku. Proses elektrokoagulasi dilakukan menggunakan elektroda aluminium dengan variasi arus, waktu kontak, dan pH yang dirancang menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM). Hasil karakterisasi awal menunjukkan bahwa limbah cair restoran memiliki konsentrasi COD sebesar 249,92 mg/L, TSS sebesar 812 mg/L, dan FOG sebesar 29,668 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus, waktu kontak, dan pH berpengaruh terhadap efektivitas penyisihan parameter pencemar. Kinerja penyisihan terbaik diperoleh pada kondisi operasi arus 0,5 A, waktu kontak 25 menit, dan pH 7. Pada kondisi tersebut, konsentrasi COD berhasil diturunkan dari 249,92 mg/L menjadi 0 mg/L dengan efisiensi 100%, konsentrasi TSS menurun dari 812 mg/L menjadi 8 mg/L dengan efisiensi 99,01% dan konsentrasi FOG menurun dari 29,668 mg/L menjadi 0 mg/L dengan efisiensi 100%. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa kualitas efluen yang diperoleh telah memenuhi baku mutu limbah cair yang berlaku. Dengan demikian, metode elektrokoagulasi efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas limbah cair restoran melalui penurunan konsentrasi COD, TSS, dan FOG secara signifikan.
Downloads
References
[1] C. Gurd, B. Jefferson, and R. Villa, “Characterisation of food service establishment wastewater and its implication for treatment,” J. Environ. Manage., vol. 252, no. October, p. 109657, 2019, doi: 10.1016/j.jenvman.2019.109657.
[2] I. Akbar and A. Silmi, “Pengolahan Limbah Minyak Dan Lemak Di Restoran Padang Dengan Metode Fisik (Oil Grease Trap),” J. Techlink, vol. 5, no. 2, pp. 1–7, 2021, doi: 10.59134/jtnk.v5i2.518.
[3] K. K. Ahmad I, Abdullah N, Koji I, Yuzir A, Ahmad MD, Rachmadona N, Al-Dailami A, Show PL, “Micro and macro analysis of restaurant wastewater containing fat, oil, grease (FOG): An approach based on prevention, control, and sustainable management.,” Chemosphere, vol. 325, no. June, 2023.
[4] A. E. Aristawidya and R. Santoso Agus, “Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia,” vol. 6, no. 6, p. 6, 2025, [Online]. Available: https://www.city.kawasaki.jp/500/page/0000174493.html
[5] H. Chan, “Removal and recycling of pollutants from Hong Kong restaurant wastewaters,” Bioresour. Technol., vol. 101, no. 17, pp. 6859–6867, 2010, doi: 10.1016/j.biortech.2010.03.104.
[6] P. Ojukwu and K. Oladepo, “Efficacy of Electrochemical Treatment Method in Removing Pollutants from Restaurant Wastewater,” J. Sci. Res. Reports, vol. 15, no. 4, pp. 1–15, 2017, doi: 10.9734/jsrr/2017/35219.
[7] M. Ammar, E. Yousef, M. A. Mahmoud, S. Ashraf, and J. Baltrusaitis, “A Comprehensive Review of the Developments in Electrocoagulation for the Removal of Contaminants from Wastewater,” Separations, vol. 10, no. 6, 2023, doi: 10.3390/separations10060337.
[8] Y. Mao, Y. Zhao, and S. Cotterill, “Examining Current and Future Applications of Electrocoagulation in Wastewater Treatment,” Water (Switzerland), vol. 15, no. 8, 2023, doi: 10.3390/w15081455.
[9] A. I. Kaloka et al., “Application of Electrocoagulation in Stabilizing pH and Removing Pollutants from Domestic and Urban Wastewater Using Aluminum Electrodes,” IPTEK J. Eng., vol. 11, no. 2, p. 108, 2025, doi: 10.12962/j23378557.v11i2.a22816.
[10] C. An, G. Huang, Y. Yao, and S. Zhao, “Emerging usage of electrocoagulation technology for oil removal from wastewater: A review,” Sci. Total Environ., vol. 579, pp. 537–556, 2017, doi: 10.1016/j.scitotenv.2016.11.062.
[11] A. Introduction, “5220 CHEMICAL OXYGEN DEMAND ( COD )* 5220 B . Open Reflux Method,” no. 5000, pp. 14–19, 1997.
[12] Badan Standardisasi Nasional No SNI 06-6989.3-2004, “Air dan air limbah – Bagian 3: Cara uji padatan tersuspensi total (TSS) secara gravimetri,” Standar Nas. Indones., pp. 1–13, 2019.
[13] Badan Standardisasi Nasional, “Air dan air limbah - Bagian 10 : Cara uji minyak nabati dan minyak mineral secara gravimetri,” Sni 6989.102011, p. 12, 2011.
[14] P. K. Holt, G. W. Barton, and C. A. Mitchell, “The future for electrocoagulation as a localised water treatment technology,” Chemosphere, vol. 59, no. 3, pp. 355–367, 2005, doi: 10.1016/j.chemosphere.2004.10.023.
[15] O. Sahu, B. Mazumdar, and P. K. Chaudhari, “Treatment of wastewater by electrocoagulation: A review,” Environ. Sci. Pollut. Res., vol. 21, no. 4, pp. 2397–2413, 2014, doi: 10.1007/s11356-013-2208-6.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Gunung Djati Conference Series

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
